Sabtu, 06 Oktober 2012

Contoh Laporan Pembuatan Sabun Cuci Piring


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Sebuah perusahaan yang membuat sabun cuci piring, akan membutuhkan tenaga kerja, misalnya orang yang akan memasok ke swalayan, orang yang membuat sabun tersebut, sehingga perusahaan tersebut membuka lapangan kerja baru. Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perusahaan pembuatan sabun cuci piring, maka akan membuka lapangan kerja baru.
1.2.Tujuan Percobaan
Setelah mempelajari pembuatan sabun cuci piring siswa diharapkan mampu :
1.      Dapat membuat sabun cuci piring sendiri
2.      Dapat berwirausaha
3.      Sabun cuci piring dapat dijual ke pasaran
4.      Untuk dapat membuat label
5.      Dapat menghemat pengeluaran rumah tangga























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
.
2.1. Cara – cara pembuatan sabun cuci piring
1. Cara Pertama
1. Texapon + sodim sulfat diaduk rata sampai memutih
2.
Hasil nomer (1) + masukkan air sedikit demi sedikit sampai 50% nya
3.
Hasil nomer (2) + masukkan camperlan aduk rata
4.
Hasil nomer (3) + sisa (20-30)% air dimasukkan sedikit demi sedikit
5.
Hasil nomer (4) + sodium sulfat dimasukkan sedikit demi sedikit hingga terlihat mengental
6.
Hasil nomer (5) + pewarna secukupnya aduk rata
7.
Hasil nomer (6) + parfum secukupnya
8. Siap dikemas
Catatan:
* Pemberian parfum pada sabun cair dengan perbandingan 1ml parfum berbanding 500 ml sabun cair.
* Propilin glikol berbanding parfum ( 1 : 2 )

2.      Cara kedua
1.      Timbang Enzym AR = 1 gram
2.      Aquadest = 700 cc + (1) aduk sampai larut
3.      Timbang Sodium Chloride = 25 gram
4.      (3) + Cottoclarine BT = 140 gram, aduk sampai rata dan kelihatan putih
5.      (4) + (2) sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai rata dan larut
6.      (5) + Foam Booster C-KD = 10 cc, aduk sampai rata
7.      (6) + Dewisil Liquid = 1,1 cc, aduk sampai rata
8.      Timbang Trilon = 0,3 gram
9.      (8) + Aquadest sisa = 300 cc aduk sampai larut
10.  (9) + Sodium Chloride = 25 gram, aduk sampai larut1
11.  (7) + (10) sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai rata dan kental
12.  (11) + pewarna secukupnya, aduk sampai rata
13.  13.
14.  (12) + parfum secukupnya, aduk sampai rata

2.2. Bahan – bahan pembuatan sabun cuci piring
1. Bahan Pertama
1.  Texapon10%
2. Sodium sulfat secukupnya
3. Camperlan secukupnya
4. Asam sitrid 1%
5. EDTA 0,1%
6. Parfum secukupnya
7. Propilin glikol secukupnya
8. Pewarna secukupnya
9. Air
Catatan:
* Pemberian parfum pada sabun cair dengan perbandingan 1ml parfum berbanding 500 ml sabun cair.
* Propilin glikol berbanding parfum ( 1 : 2 )

2. Bahan Kedua
1.      Sodium Chloride 50 gram
2.      Cottoclarine BT 140 gram
3.      Foam Booster C-KD 10 cc
4.      Enzym AR 1 gram
5.      Trilon 0,3 gram
6.      Dewisil Liquid 1,1 cc
7.      Parfum secukupnya
8.      Pewarna secukupnya
9.      Aquadest 1 liter
Catatan :
·         pemakaiannya untuk hasil jadi 1 liter diperlukan Dewisil Liquid 1 cc,
·         Dalam resep ini jadinya 1,1 liter sehingga diperlukan Dewisil Liquid 1,1 cc

 Analisis Bahan :
Texapon
Nama merk dagang, nama kimia Sodium Lauril Sulfat ( SLS). Merupakan surfaktan. Berbentuk jel yang mempunyai berfungsi sebagai pengangkat kotoran.
Sodium sulfat (Na2SO4)
Berbentuk serbuk yang mempunyai berfungsi mempercepat pengangkatan kotoran dan sebagai pengental.
Camperlan
Berbentuknya cairan kental yang mempunyai fungsi sebagai pengental dan penambah busa menjadi gelembung-gelembung kecil.
Asam sitrit
Berbentuk serbuk yang mempunyai fungsi sebagai pengangkat lemak.
EDTA
Berbentuk serbuk mempunyai fungsi sebagai pengawet sabun cair.
Parfum
Sudah jelas jika untuk membuat sabun cair menjadi harum dan wangi.
Propilin glikol
Berbentuk cair dan berfunsi sebagai pengikat parfum, sehingga wangi harum tidak pudar.
Pewarna
Memberikan warna pada sabun cair.
Cottoclarine BT
Merupakan surfactant utama/pembersih utama yang berfungsi sebagai sabun dengan gelembung yang besar

Sodium chloride
Mempunya 2 fungsi yaitu untuk membantu melarutkan Cottoclarine  BT supaya mudah larut dalam air, dan sebagai pengental
Foam Booster C-KD
Digunakan untuk menambah busa, dan sifatnya juga lembut ditangan dan gelembungnya sedang
Enzym AR
Digunakan untuk membersihkan debu
Dewisil Liquid
Sebagai pengawet
Trilion
Digunakan untuk mengikat logam – logam yang terdapat di air PAM/ air mineral supaya tidak mengganggu proses penyabunan dan membuat hasil jadi sabun cuci piringnya bening
Biaya Operasional
Untuk memasarkan suatu produk ke masyarakat harus diperhitungkan biaya produksinya
untuk mengetahui keuntungan suatu produk dalam setiap kemasan atau liternya. Biaya operasional untuk sekali produksi di antaranya meliputi:
1.      Biaya bahan per liter atau per kemasan dgn rumus = total biaya pembelian bahan di bagi jumlah berapa liter atau kemasan yang dihasilkan.
2.      Biaya kerja per liter atau per kemasan.
3.      Bila dalam bentuk kemasan dihitung biaya kemasan dan stikernya.
4.      Biaya penyusutan alat artinya peralatan yang digunakan akan di ganti berapa lama untuk membeli peralatan baru
5.      Biaya promosinya
6.      Biaya transportasi
Dari komponen-komponen biaya operasional dijumlahkan kemudian ditambah laba setiap kemasan atau liternya, sehingga kita akan mengetahui berapa keuntungan dalam setiap kemasan atau liternya.

2.3. Kiat-kiat pemasaran
Pemasaran merupakan ujung tombak dari suatu usaha baik dalam bentuk produk maupun jasa. Sebaik apapun suatu produk jika pemasarannya mlempem akan tidak berkembang. Ada beberapa jurus yang dapat kita gunakan:
1.      Percaya dan bangga terhadap produk yang kita pasarkan.
2.      Paham dan mengerti tentang produk tersebut.
3.      Buat kartu nama, kop surat dan brosur produk dan perusahaan yang menarik dan mencerminkan citra profesional.
4.      Tampilkan kesan pertama yang baik.
5.      Biasakan membawa kartu nama dan brosur perusahaan kemanapun anda pergi, untuk di perlukan sewaktu-waktu.
6.      Pelajari karakter konsumen yang akan menjadi target pasar produk.
7.      Buat jaringan kerja atau network dimanapun, untuk menambah panjang relasi anda.
Sabar, disiplin da konsisten.


BAB III
BAHAN, ALAT, DAN PROSEDUR KERJA

3.1. Bahan
1.      SLS
Fungsinya untuk membentuk busa dan membersihkan lemak.
Sifat – sifatnya berwarna putih, padat, teksturnya seperti beras, rapuh, berbau

2.      Teksapone/Texapone
Fungsinya membentuk busa dan membantu mengentalkan.
Sifat – sifatnya berwarna putih kekuningan, berbentuk gel, dan kental

3.      Garam Dapur
Fungsinya untuk mengatur kekentalan sabun cair.
Sifat – sifatnya berwarna putih, dan berbentuk bubuk

4.      Pewangi Cair
Fungsinya untuk memberi aroma pada sabun cair.
Sifat – sifatnya bewarna kuning, cair, wangi aroma jeruk nipis.

5.      Pewarna
Fungsinya memberi warna pada sabun cair.
Sifat – sifatnya berwarna hijau, berbentuk bubuk, dan halus

6.      Air
Fungsinya sebagai pelarut.
Sifat – sifatnya bewarna putih, dan cair









3.2. Alat
1.      Ember Plastik berukuran 10 liter
Fungsinya untuk sebagai tempat atau wadah penggabungan bahan – bahan

2.      Pengaduk Kayu
Fungsinya untuk mengaduk bahan – bahan pembuatan sabun cair

3.      Sarung Tangan
Fungsinya untuk melindungi tangan saat memegang bahan – bahan yang akan disatukan

4.      Timbangan
Fungsinya untuk menimbang dan menakar bahan – bahan yang akan dimasukkan





5.      Plastik
Fungsinya untuk menutup ember saat akan disimpan selama semalam

6.      Masker
Fungsinya untuk melindungi dan menghindari bebauan saat mencampurkan bahan – bahan

7.      Serbet
Fungsinya untuk membersihkan bagian – bagian yang kotor

8.      Botol Pengemas
Fungsinya sebagai tempat pengemasan sabun cair







3.3. Prosedur Kerja
3.3.1. Prosedur Pembuatan Sabun
1.      Ambil dan masukkan air sebanyak 8 liter kedalam ember

2.      Masukkan SLS sebanyak 250 gram ke dalam air, dan diamkan selama 10 menit, jangan diaduk

3.      Setelah 10 menit, masukkan Texapone sebanyak 500 gram

4.      Tambahkan garam dapur 500 gram secara perlahan, dan sedikit demi sedikit, sambil diaduk hingga mengental




5.      Tambahkan pewangi dan pewarna secukupnya, sesuai yang diinginkan

6.      Aduk hingga merata, lalu tutup rapat dengan plastik, dan simpan selama seminggu

3.3.2. Prosedur Pengemasan Sabun Cair
1.      Setelah dibiarkan selama satu malam aduk kembali sabun cair agar merata
2.      Ambil botol – botol pengemas, lalu masukkan sabun cair ke dalam botol
3.      Tutup botol dengan rapat, dan bersihkan botol kemesan dari tumpahan sabun cair
4.      Tempelkan lebel pada botol kemasan
5.      Sabun cair siap di pasarkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar